Showing posts with label Did u know ?. Show all posts
Showing posts with label Did u know ?. Show all posts

Pengertian Router Bridge dan Firewall - Penjelasan Lengkap

Router adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur rute sinyal atau data yang ada di jaringan komputer sehingga dapat diarahkan menuju ke rute tertentu yang telah diatur sebelumnya dan menghasilkan suatu hubungan antar jaringan komputer itu sendiri.

gambar router cisco
router cisco
Cloud Core Mikrotik Router
Cloud Core Mikrotik Router


Seperti Anda telah ketahui, internet terbentuk dari jaringan-jaringan komputer di dunia ini yang jumlahnya miliaran. Dari setiap jaringan jaringan komputer dapat terhubung antara satu dan lainnya dengan berkat adanya perangkat router ini, sehingga Anda saat ini dapat mengakses dan buka Facebook, Twitter, mencari informasi dengan Google, dan lain sebagainya. Dengan demikian, Router ini adalah salah satu tulang punggung terbentuknya jaringan internet saat ini.

Salah satu bentuk router sederhana adalah modem Speedy yang digunakan untuk mengakses internet di rumah, di mana dari satu modem tersebut lebih dari satu komputer, laptop, atau perangkat gadget lainnya dapat mengakses internet. Disebut sederhana karena fitur yang dibenamkan dalam modem Speedy tersebut masih merupakan fungsi dasar, yaitu fitur untuk menyelubungkan (masking) alamat protokol internet (IP) lokal dengan alamat protokol Internet (IP) global atau publik, sehingga oleh jaringan komputer publik (internet) dapat berkomunikasi dua arah dengan jaringan lokal yang ada di belakang modem Speedy ini.
Modem Speedy TPLINK


Secara umum router dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu: 
• Static Router (Penghala Statis)
• Dan Dinamic Router (Penghala Dinamik)

Static Router (Penghala Statis) merupakan sebuah perangkat router yang memiliki tabel routing statis yang diatur oleh administrator jaringan (Network Administrator) secara manual. Router jenis ini tidak dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena setiap pemindahannya membutuhkan penyesuaian settingan tabel routing kembali.

Sedangkan Dinamic Router (Penghala Dinamik) adalah sebuah perangkat router yang memiliki dan dan membuat tabel routing secara dinamis, di mana pada Router jenis ini terdapat sensor untuk menyesuaikan tabel routing dengan cara mendengarkan lalu lintas data di jaringan dan berhubungan dengan perangkat router lainnya. Pada Router jenis ini campur tangan administrator jaringan (Network Administrator) tidak seintensif seperti pada jenis Router Static.

Perbedaan Router dengan Bridge 

Untuk menghubungkan sebuah jaringan komputer satu dengan jaringan komputer lainnya sebenarnya ada sebuah alat lain selain Router, alat tersebut disebut dengan Bridge.
Jika dilihat cara kerja Router ini memang sekilas mirip dengan cara kerja Bridge, tetapi jika melihat secara teknis akan terlihat perbedaan yang sangat mendasar antara Router dan Bridge. Di mana router bekerja pada lapisan ke 3 (tiga) Osi dan menggunakan skema pengalamatan berdasarkan alamat protokol internet (IP), sedangkan Bridge bekerja pada lapisan ke 2 (dua) Osi dan menggunakan skema pengalamatan berdasarkan alamat identitas perangkat keras (MAC Address).

Jika demikian, Anda mungkin akan bertanya, kapan sebaiknya Anda menggunakan Bridge, dan kapan sebaiknya Anda menggunakan Router? Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut:
Bridge ilustration

Bridge sebaiknya digunakan untuk menghubungkan bagian-bagian atau segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol yang sama. Bridge juga dapat digunakan pada saat dalam jaringan terdapat protokol protokol yang tidak dapat melakukan routing seperti protokol NetBEUI misalnya.

Router Flow

Sedangkan Router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer yang memiliki segmen-segmen yang berbeda. Secara umum, Router lebih cerdas dibandingkan dengan Bridge, dan Router juga dapat meningkatkan bandwidth dalam jaringan di mana tempat Router tersebut berada, mengingat Router tidak meneruskan paket Broadcast ke jaringan yang dituju.

Firewall (Tembok Api)

Firewall Image

Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang bertugas untuk mengatur lalu lintas jaringan komputer yang dianggap aman untuk melewatinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman untuk melewatinya.

Umumnya firewall diletakkan di dalam sebuah gateway atau router yang menjembatani sebuah jaringan dengan jaringan lainnya. Firewall digunakan untuk mengontrol hak akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan internal dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini penggunaan koneksi internet yang sudah broadband, maupun lease line, yang langsung berinteraksi langsung ke jaringan internet, maka firewall ini mutlak diperlukan untuk memproteksi data-data digital anda dari penjahat jaringan (Cracker), Spyware, dan pencuri data lainnya.

Secara umum Firewall ini dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu: 

Personal Firewall Dan Network Firewall , Personal Firewall adalah sebuah program yang digunakan untuk melindungi personal komputer di jaringan dari akses yang tidak diinginkan.  Firewall jenis ini biasanya sudah terbundel ke dalam program anti virus komersial yang Anda gunakan, hampir semua Anti Virus yang berbayar sudah mengikut sertakan fungsi Firewall ke dalamnya.

Sedangkan Network Firewall adalah sebuah program atau alat yang digunakan untuk melindungi sebuah jaringan komputer lokal dari akses yang tidak diinginkan. Network Firewall ini bentuknya dapat berupa perangkat lunak (software) atau pun perangkat keras (hardware). Dan Mikrotik yang penulis bahas dalam buku ini adalah termasuk Network Router yang berbentuk perangkat lunak dengan OS Mikrotik dan perangkat keras dengan device yang bermerek RouterBoard.

Sekian penjelasan singkat menganenai Router Bridge dan Firewall, silahkan berkomentar jika dirasa bermanfaat.

CrossOver 17 Release Bring Windows Game To Linux


CrossOver adalah sebuah tool premium yang memungkinkan kamu untuk menjalankan beberapa aplikasi Windows di Linux dan MacOs. Dengan rilis terbaru CrossOver, Sekarang kamu dapat menginstal Microsoft Office 2016 di Linux.


CrossOver 17 Release
Tim CrossOver mengumumkan rilis versi terbarunya kemarin 06 Desember 2017. CrossOver 17 telah dirilis setelah hampir setahun setelah rilis dari CrossOver 16 pada bulan Desember 2016.

Media Transmisi Jaringan Komputer



Media  transmisi jaringan komputer dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan komputer berkabel (Wired Network) dan jaringan komputer tanpa kabel (Wireless Network).

Jaringan Komputer Berkabel (Wired Network)

   Jaringan komputer berkabel (wired network) menggunakan sarana kabel jaringan (misal menggunakan kabel jaringan UTP, RG 45, dan proses konfigurasa atau crimping), untuk kemudian di hubungkan dengan perangkat penghubung berupa Hub maupun Switch. Jaringan komputer berkabel (Wired Network) sangat berkaitan dengan Physical Layer. Jaringan wired memiliki kestabilan dan kecepatan yang relatif lebih baik di bandingkan wireless. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan dari jaringan wired.

   Namun ada beberapa hal yang menjadi kelemahan dari jaringan wired, berikut beberapa kelemahan dari jaringan wired : Jangkuan yang terbatas (sesuai dengan panjang kabel jaringan), tidak praktis (harus slalu menggunakan kabel dan tidak bisa di tempatkan di mana-mana layaknya jaringan wireless), serta kemungkinan jaringan yang terganggu apabila kabel bermasalah (misal terpotong).

Jaringan Komputer Tanpa Kabel (Wireless Network)

 Jaringan komputer tanpa kabel (Wireless Network) merupakan jaringan komputer yang tidak menggunakan kabel jaringan (UTP, Coaxial, maupun Fiber Optic), namun memanfaatkan sinyal atau gelombang radio elektromagnetis. Saat ini banyak jaringan komputer yang menggunakan media wireless, misalkan saja layanan internet dari operatot (provider),Public Hotspot dan Free WiFi di sejumlah tempat-tempat publik. Satu hal utama yang menjadi kelebihan jaringan wireless adalah mudah dan praktis. pengguna cukup mengaktifkan fitur wireless pada perangkat komputer dan mobile lalu menyambungkan koneksi ke wireless yang tersedia. Namun tentu saja masih ada kekurangan-kekurangan yang terdapat pada jaringan yang menggunakan media transmisi wireless, kekurangan tersebut antara lain :

  1. Ancaman interfensi dengan gelombang lainnya (misalnya sinyal radio dan sinyal yang lainnya)  yang akan mengganggu koneksi jaringan.
  2. Kemungkinan untuk di serang oleh attacker lebih besar.
  3. Penghalang fisik berupa tembok bangunan, pepohonan, dan benda-benda lainnya yang mengganggu sinyal yang di gunakan pada jaringan wireless.
Saat ini, kedua jenis jaringan ini banyak di implementasikan secara bersama-sama, sehingga di sebut dengan jaringan Hibrida (Hybrid Network) . hal ini bertujuan untuk menggabungkan kelebihan masing-masing serta penyesuaian terhadap kondisi dan keperluan.

Referensi : I Putu Agus Eka Pratama, Handbook Jaringan Komputer.

Jaringan Komputer


Di jaman sekarang, jaringan komputer bukanlah sesuatu hal yang baru, hampir semua layanan digital menggunkan jaringan komputer (terutama internet). Hampir setiap orang saat ini dapat dengan mudah terkoneksi ke internet dan menggunakan layanan-layanan yang ada di dalamnya, misalkan saja jejaring sosial Facebook dan Twitter. Namun apakah semua orang tahu apa itu jaringan komputer ? serta seperti apa proses kerja dari layanan yang ada di dalamnya? Dalam artikel kali ini kita akan belajar lebih lanjut mengenai proses-proses yang terjadi dalam jaringan komputer dan tekhnologi apa saja yang terkait di dalamnya.

Pengertian Jaringan Komputer

Terdapat banyak definisi dari para ahli mengenai jaringan komputer. oleh karena itu saya menggunakan referensi utama dari buku karya I Putu Eka Agus Pratama yang menganut dari buku karya Forouzan. Sehingga definisi dari jaringan komputer di sepakati sesuai dengan definisi Forouzan. Menurut Forouzan di dalam bukunya yang berjudul Computer Network A Top Down Approach, di sebutkan bahwa jaringan komputer adalah hubungan dari sejumlah perangkat yang dapat berkomunikasi satu sama lain (a network is a interconnection of a set of device capable of communication). Perangkat yang di maksud adalah adalah meliputi semua jenis perangkat komputer (komputer desktop, komputer jinjing, smartphone, dll) dan perangkat penghubung (swith,hub,router,modem,access point, dll)

Syarat Sebuah Jaringan Komputer

Untuk dapat di sebut sebagai jaringan komputer, terdapat empat syarat yang harus di penuhi yaitu :
1. Minimal terdapat dua buah perangkat/komputer yang terhubung. Hubungan ini dapat dapat menggunakan sarana kabel (wired) maupun nirkabel (wireless).
2. Terdapat pengguna di dalamnya yang berinteraksi dengan pengguna lainnya maupun terhadap layanan dan penyedia layanan.
3. Terdapat data yang di pertukarkan di dalamnya. selain data juga terdapat konten (teks, multimedia) maupun informasi (hasil pengolahan data).
4. Terdapat pemakaian secara bersama-sama (sharing) terhadap perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

Sifat Dasar Jaringan Komputer

Setelah mengetahui definisi dari jaringan komputer serta keempat syarat sebuah jaringan komputer, maka selanjutnya kita perlu mengetahui sifat-sifat dasar jaringan komputer. Jaringan komputer memiliki empat buah sifat dasar utama, keempat sifat dasar tersebut meliputi Scalability, Resource Sharing, Connectivity, dan Reliability. 

  1. Scalability : yang berarti kemampuan untuk dapat di skalakan, yang berarti bahwa jaringan komputer dapat di ukur, di sesuaikan dengan kebutuhan pengguna jaringan komputer. Jaringan komputer dapat berkembang lebih luas, lebih besar, namun dapat juga diperkecil, disempitkan, sesuai dengan kebutuhuan dan cakupan pengguna. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa jaringan komputer mampu menghilangkan batasan-batasan geografis (lokasi), yang berarti bahwa dua buah pengguna atau lebih  dapat saling terhubung secara digital atau (online) tanpa terkendala jarak yang jauh secara fisik (misalkan berbeda pulau, benua, negara, wilayah teritori). Adanya jaringan komputer, terutama internet, menjadikan kita dapat dengan mudah berkomunikasi dengan siapapun di seluruh dunia.
  2. Resource Sharing : diartikan sebagai  berbagi sumber daya, dalam hal ini berarti bahwa jaringan komputer dapat digunakan untuk saling berbagi dan memakai secara bersama-sama segala sumber daya yang ada. Sumber daya meliputi seluruh perangkat keras komputer (Hardware) dan perangkat lunak (software). Contoh, Dengan adanya jaringan komputer ( Local Area Network/LAN), maka di dalam suatu ruangan dapat menyediakan satu buah printer saja agar dapat di pakai secara bersama-sama atau dibagikan (sharing) ke dalam jaringan lokal, sehingg semua pengguna komputer dalam ruangan tersebut dapat bersama-sama menggunkannya untuk mencetak dokumen. Tentu saja hal ini dapat menghemat biaya. Contoh kedua, pemakaian bersama layanan Cloud Computing untuk jenis layanan SAAS (Software As Service), misalkan saja Google Docs  (www.docs.google.com). Cukup dengan bermodalkan koneksi internet setiap pengguna dapat menggunakan aplikasi perkantoran secara onlin,e tanpa harus membeli aplikasi dan menginstall mengonfigurasi. Demikian juga , data disimpan di server, tidak lagi membutuhkan alokasi pada ruang hardisk sehingga tidak membebani komputer.
  3. Connectivity : memiliki arti mudah terhubung dan dihubungkan. Hal ini berarti bahwa jaringan komputer mudah dihubungkan seluruh pengguna komputer (ke semua komputer dan perangkat) serta pengguna komputer itu sendiri juga dapat dengan mudah terhubung ke jaringan komputer yang tersedia, agar tercipta konektifitas (hubungan) diperlkukan adanya perangkat penghubung di dalamnya. Perangkat-perangkat antara lain meliputi Switch, Modem, Router, Hub perangkat wireless, Smartphone dengan kemampuan tathering, dan lain-lain.
  4. Reliability : memiliki arti kehandalan, Hal ini berarti bahwa jaringan komputer memiliki kemampuan untuk dapat di andalkan dalam jaringan komputer. Keandalan disini dapat di artikan bahwa paket yang dikirimkan oleh pengirim (sender) akan sampai dengan baik di sisi penerima (receiver). Kehandalan yang semakin tinggi di dalam jaringan komputer akan membuat kualitas layanan yang baik bagi pengguna jaringan komputer. 
Referensi : Handbook Jaringan Komputer, Karya I Putu Agus Eka Pratama




Pengertian Virtual Private Network (VPN)


Virtual Private Network
(VPN)
adalah sebuah cara yang di gunakan untuk mengakses Local Area Network secara aman dengan menggunakan Internet atau jaringan umum lainnya untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi, walapun VPN menggunakan medium yang umum, tetapi traffic atau lalu lintas antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah karena lalu lintas data telah terenkripsi sehingga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.

Menurut IETF, Internet Engineering Task Force,VPN merupakan suatu bentuk private internet yang melalui public network (internet), dengan menekankan pada keamanan data dan akses global melalui internet. Hubungan ini dibangun melalui suatu tunnel (terowongan) virtual antara 2 node.

VPN adalah sebuah koneksi Virtual yang bersifat private mengapa disebut demikian karena pada dasarnya jaringan ini tidak ada secara fisik hanya berupa jaringan virtual dan mengapa disebut privat karena jaringan ini merupakan jaringan yang sifatnya privat yang tidak semua orang bisa mengaksesnya. VPN Menghubungkan PC dengan jaringan publik atau internet namun sifatnya privat, karena bersifat privat maka tidak semua orang bisa terkoneksi ke jaringan ini dan mengaksesnya. Oleh karena itu diperlukan keamanan data

Bagaimana konsep kerja dari VPN ?

Pada dasarnya VPN Membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PC. Jika digambarkan kira-kira seperti ini
Internet <—> VPN Server <—-> VPN Client <—-> Client
Bila digunakan untuk menghubungkan 2 komputer secara private dengan jaringan internet maka seperti ini:
Komputer A <—> VPN Clinet <—> Internet <—> VPN Server <—> VPN Client <—> Komputer B
Jadi semua koneksi diatur oleh VPN Server sehingga dibutuhkan kemampuan VPN Server yang memadai agar koneksinya bisa lancar.

Bagaimana cara koneksi antara VPN Server dengan VPN Client ?

Pertama-tama VPN Server harus dikonfigurasi terlebih dahulu kemudian di client harus diinstall program VPN baru setelah itu bisa dikoneksikan. VPN di sisi client nanti akan membuat semacam koneksi virtual jadi nanti akan muncul VPN adapter network semacam network adapter (Lan card) tetapi virtual. Tugas dari VPN Client ini adalah melakukan authentifikasi dan enkripsi/dekripsi.

Nah setelah terhubung maka nanti ketika Client mengakses data katakan client ingin membuka situs http://www.google.com. Request ini sebelum dikirimkan ke VPN server terlebih dahulu dienkripsi oleh VPN Client misal dienkripsi dengan rumus A sehingga request datanya akan berisi kode-kode. Setelah sampai ke server VPN oleh server data ini di dekrip dengan rumus A, karena sebelumnya sudah dikonfigurasi antara server dengan client maka server akan memiliki algorith yang sama untuk membaca sebuah enkripsi. Begitu juga sebaliknya dari server ke Client.

Apakah komunikasi data kita akan aman dengan menggunakan VPN ?

Keamanan Dengan konsep demikian maka jaringan VPN ini menawarkan keamanan dan untraceable, tidak dapat terdeteksi sehingga IP kita tidak diketahui karena yang digunakan adalah IP Public milik VPN server. Dengan ada enkripsi dan dekripsi maka data yang lewat jaringan internet ini tidak dapat diakses oleh orang lain bahkan oleh client lain yang terhubung ke server VPN yang sama sekalipun. Karena kunci untuk membuka enkripsinya hanya diketahui oleh server VPN dan Client yang terhubung. Enkripsi dan dekripsi menyebabkan data tidak dapat dimodifikasi dan dibaca sehingga keamananya terjamin. Untuk menjebol data si pembajak data harus melalukan proses dekripsi tentunya untuk mencari rumus yang tepat dibutuhkan waktu yang sangat lama sehingga biasa menggunakan super computing untuk menjebol dan tentunya tidak semua orang memiliki PC dengan kemampuan super ini dan prosesnya rumit dan memakan waktu lama, agen-agen FBI atau CIA biasanya punya komputer semacam ini untuk membaca data-data rahasia yang dikirim melaui VPN.

Apakah Koneksi menggunakan VPN itu lebih cepat?

Hal ini tergantung dari koneksi antara client dengan VPN server karena proses data dilakukan dari VPN otomatis semua data yang masuk ke komputer kita dari jaringan internet akan masuk terlebih dahulu ke VPN server sehingga bila koneksi client ke VPN server bagus maka koneksi juga akan jadi lebih cepat. Biasanya yang terjadi adalah penurunan kecepatan menjadi sedikit lebih lambat karena harus melewati 2 jalur terlebih dahulu temasuk proses enkripsi. VPN ini bisa digunakan untuk mempercepat koneksi luar (internasional) bagaimana caranya ?

misal kita punya koneksi lokal (IIX) sebesar 1mbps dan koneksi luar 384kbps kita bisa menggunakan VPN agar koneksi internasional menjadi sama dengan koneksi lokal 1mbps. Cara dengan menggunakan VPN Lokal yang diroute ke VPN Luar
Internet <—->VPN Luar<—>VPN lokal <—>Client
mengapa model jaringan ini bisa lebih cepat sebab akses ke jaringan luar dilakukan oleh VPN luar lalu kemudian diteruskan oleh VPN lokal nah kita mengakses ke jaringan lokal yang berarti kecepatan aksesnya sebesar 1mbps. Tentunya diperlukan VPN dengan bandwith besar agar koneksinya bisa lancar.

Apa kelebihan VPN ?

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan VPN untuk implementasi WAN. Pertama, jangkauan jaringan lokal yang dimiliki suatu perusahaan akan menjadi luas, sehingga perusahaan dapat mengembangkan bisnisnya di daerah lain. Waktu yang dibutuhkan untuk menghubungkan jaringan lokal ke tempat lain juga semakin cepat, karena proses instalasi infrastruktur jaringan dilakukan dari perusahaan / kantor cabang yang baru dengan ISP terdekat di daerahnya. Sedangkan penggunaan leased line sebagai WAN akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun jalur koneksi khusus dari kantor cabang yang baru dengan perusahaan induknya. Dengan demikian penggunaan VPN secara tidak langsung akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

Kedua, penggunaaan VPN dapat mereduksi biaya operasional bila dibandingkan dengan penggunaan leased line sebagai cara tradisional untuk mengimplementasikan WAN. VPN dapat mengurangi biaya pembuatan jaringan karena tidak membutuhkan kabel (leased line) yang panjang. Penggunaan kabel yang panjang akan membutuhkan biaya produksi yang sangat besar. Semakin jauh jarak yang diinginkan, semakin meningkat pula biaya produksinya. VPN menggunakan internet sebagai media komunikasinya. Perusahaan hanya membutuhkan kabel dalam jumlah yang relatif kecil untuk menghubungkan perusahaan tersebut dengan pihak ISP (internet service provider) terdekat.

Media internet telah tersebar ke seluruh dunia, karena internet digunakan sebagai media komunikasi publik yang bersifat terbuka. Artinya setiap paket informasi yang dikirimkan melalui internet, dapat diakses dan diawasi bahkan dimanipulasi, oleh setiap orang yang terhubung ke internet pada setiap saat. Setiap orang berhak menggunakan internet dengan syarat dia memiliki akses ke internet. Untuk memperoleh akses ke internet, orang tersebut dapat dengan mudah pergi ke warnet (warung internet) yang sudah banyak tersebar di Indonesia. Oleh karena itu untuk memperoleh komunikasi yang aman, perlu protokol tambahan yang khusus dirancang untuk mengamankan data yang dikirim melalui internet, sehingga data tersebut hanya dapat diakses oleh pihak tertentu saja.

Penggunaan VPN juga dapat mengurangi biaya telepon untuk akses jarak jauh, karena hanya dibutuhkan biaya telepon untuk panggilan ke titik akses yang ada di ISP terdekat. Pada beberapa kasus hal ini membutuhkan biaya telepon SLJJ (sambungan langsung jarak jauh), namun sebagian besar kasus cukup dengan biaya telepon lokal. Berbeda dengan penggunaan leased line, semakin jauh jarak antar terminal, akan semakin mahal biaya telepon yang digunakan.

Biaya operasional perusahaan juga akan berkurang bila menggunakan VPN. Hal ini disebabkan karena pelayanan akses dial-up dilakukan oleh ISP, bukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Secara teori biaya operasional ISP yang dibebankan kepada perusahaan bisa jauh lebih kecil daripada biaya operasional akses dial-up tersebut ditanggung perusahaan itu sendiri karena biaya operasional ISP itu ditanggung bersama-sama oleh ribuan pelanggan ISP tersebut.

Ketiga, penggunaan VPN akan meningkatkan skalabilitas. Perusahaan yang tumbuh pesat akan membutuhkan kantor cabang baru di beberapa tempat yang terhubung dengan jaringan lokal kantor pusat. Bila menggunakan leased line, penambahan satu kantor cabang membutuhkan satu jalur untuk membangun WAN. Penambahan satu kantor cabang baru lagi (dua kantor cabang) akan membutuhkan dua tambahan jalur, masing-masing ke kantor pusat dan ke kantor cabang terdahulu. Jika mereka memiliki kantor cabang yang ke-3, dibutuhkan enam jalur untuk menghubungkan semua kantor. Jika ada empat kantor cabang, maka dibutuhkan 10 jalur seperti terlihat pada gambar 2.

Berbeda dengan penggunaan leased line, penambahan satu kantor cabang hanya membutuhkan satu jalur, yaitu jalur yang menhubungkan kantor cabang yang baru dengan ISP terdekat. Selanjutnya jalur dari ISP akan terhubung ke internet yang merupakan jaringan global. Dengan demikian penggunaan VPN untuk implementasi WAN akan menyederhanakan topologi jaringannya.

Keempat, VPN memberi kemudahan untuk diakses dari mana saja, karena VPN terhubung ke internet. Sehingga pegawai yang mobile dapat mengakses jaringan khusus perusahaan di manapun dia berada. Selama dia bisa mendapatkan akses ke internet ke ISP terdekat, pegawai tersebut tetap dapat melakukan koneksi dengan jaringan khusus perusahaan. Hal ini tidak dapat dilakukan jika menggunakan leased line yang hanya dapat diakses pada terminal tertentu saja.

Kelima, investasi pada VPN akan memberikan peluang kembalinya investasi tersebut (ROI = return on investment) yang lebih cepat daripada investasi pada leased line. Berdasarkan artikel “Delivering Profitable Virtual Private LAN Services – Business Case White Paper” bulan November 2003, telah dilakukan studi kasus pada kota berukuran medium di Amerika Utara. Artikel tersebut menunjukkan bahwa dengan beberapa asumsi parameter yang disimpulkan pada tabel 1, VPN dapat mengembalikan nilai investasi dalam 2.1 tahun. Bahkan dengan peningkatan penetrasi pasar dan perubahan kecenderungan pelanggan untuk menyewa bandwidth yang besar akan mempercepat jangka waktu ROI, yaitu dalam 1 tahun.

Apa saja kekurangan VPN ?

Salah satu kekurangan dari VPN adalah fakta bahwa penggunaan atau pengaplikasiannya membutuhkan pengetahuan jaringan tingkat tinggi, dan juga harus dapat memahami berbagai macam aspek pada jaringan seperti keamanan jaringan (network security). Keamanan VPN membutuhkan password dan enkripsi data. Network address mungkin juga dapat dienkripsi untuk keamanan tambahan. Untuk menghindari masalah keamanan dan pengembangan, perencanaan (planning) yang matang dan juga tindakan pencegahan yang tepat perlu dilakukan.

Salah satu kekurangan signifikan dari VPN lainnya adalah ketersediaan (availability) dan performanya sulit untuk dikontrol. Biasanya, kecepatan VPN jauh lebih lambat dibandingkan dengan koneksi tradisional. Seringkali, beberapa VPN bahkan tidak dapat menyediakan koneksi karena alasan tertentu. Karena beberapa alasan tertentu juga, pengguna dapat kesulitan tetap berada pada VPN dari waktu ke waktu.

Apa fungsi VPN ?

Confidentially (Kerahasiaan)

Teknologi VPN merupakan teknologi yang memanfaatkan jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap pencurian data. Untuk itu, VPN menggunakan metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan adanya teknologi enkripsi itu, keamanan data menjadi lebih terjamin. Walaupun ada pihak yang dapat menyadap data yang melewati internet bahkan jalur VPN itu sendiri, namun belum tentu dapat membaca data tersebut, karena data tersebut telah teracak. Jadi, confidentially ini dimaksudkan agar informasi yang ditransmisikan hanya boleh diakses oleh sekelompok pengguna yang berhak.

Data Integrity (Keutuhan Data)

Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai gangguan dapat terjadi terhadap isinya, baik hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang yang tidak seharusnya. Pada VPN terdapat teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data sampai di tempat tujuan.

Origin Authentication (Autentikasi Sumber)

Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya. Kemudian, alamat sumber data tersebut akan disetujui apabila proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang seharusnya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak lain.

sumber : 


Pengertian Router dan Routing



Kali ini saya akan berbagi catatan kecil saat pelajaran TKJ mengenai Router dan Routing.

Router : adalah sebuah alat yang di gunakan proses Routing.
Routing : adalah sebuah proses menterjemahkan 2 atau lebih network yang berbeda.

Router di bagi menjadi dua :

- Router PC : Yaitu sebuah PC atau komputer yang di alih fungsikan menjadi router ( Misal sebuah PC di install MikrotikOS untuk di jadikan sebuah router ), dan syarat mutlak PC router adalah minimal mempunyai 2 Kartu Jaringan ( NIC ).

- Router Fisik : Yaitu sebuah hardware yang memang di khususkan menjadi sebuah router, seperti misal Cisco, Mikrotik, Ubiquiti dll.

Network : Jalur utama yang di gunakan untuk menghubungkan satu jaringan.

Routing di bagi menjadi tiga :

- Default Routing : Hanya memasukkan IP untuk router, sehingga hanya menggunakan konfigurasi default dari router tersebut.

- Dynamic Routing : Dynamic Routing adalah proses Routing yang di lakukan oleh router itu sendiri,melalui protokol routing,selanjutnya protokol routing akan menentukan jalur terbaik (Best Path) untuk menuju ke network tujuan,Protocol Routing juga berfungsi menjaga dan memelihara tabel routing

- Static Routing :  adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual.

Untuk lebih jelasnya silahkan praktekan dengan simulasi Packet Tracer. :D
Untuk para Linuxer cara instalasi Cisco Packet Tracer di Linux Klik di Sini 

Mengenal CentOs


CentOS (Community ENTerprise Operating System) adalah sebuah distribusi linux sebagai bentuk dari usaha untuk menyediakan platform komputasi berkelas enterprise yang memiliki kompatibilitas kode biner sepenuhnya dengan kode sumber yang menjadi induknya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL)/

Sejarah Centos

Pada bulan Juni 2006, para pengembang utama distro Tao Linux, kloning RHEL, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan proyek tersebut dan menggantinya menjadi CentOS development. Para pengguna Tao linux kemudian bermigrasi menggunakan rilis CentOS menggunakan "yum update".
Di bulan Juli 2009, baru diketahui bahwa pendiri CentOS, Lance Davis, telah menghilang sejak 2008. Lance Davis telah menghentikan kontribusinya terhadap proyek tersebut, namun tetap memegang kewenangan atas registrasi domain CentOS dan akun PayPal. Pada bulan Agustus 2009, Tim CentOS melaporkan telah berhasil menghubungi Davis dan mengambil alih kewenangan atas domain centos.info dan centos.org.
Di Bulan Juli 2010, popularitas CentOS meningkat tajam melompati Debian sebagai distribusi linux terpopuler untuk server web, digunakan hampir 30% dari total keseluruhan server web berbasis linux. Walaupun begitu,Debian mendapatkan kembali posisinya pada Januari 2012
Desain

RHEL merupakan distribusi linux berbayar yang menyediakan akses terhadap update atas perangkat lunak dan beragam jenis dukungan teknis. Distribusi linux ini sebenarnya merupakan gabungan dari sejumlah peragkat lunak yang didistribusikan dibawah Lisensi perangkat lunak bebas dan kode sumber atas paket perangkat lunak ini dirilis ke publik oleh Red Hat sebagai bagian dari kesepakatan dalam lisensi yang digunakan.
Para pengembang CentOS menggunakan kode sumber dari Red Hat, dikompilasi dengan tujuan membuat sebuah produk final yang sangat mirip dengan RHEL. Semua hal-hal yang berkaitan dengan merek dagang ataupun logo kemudian diubah disebabkan Red Hat tidak mengijinkan mereka untuk mendistribusikan ulang logo tersebut.
CentOS tersedia secara gratis, dukungan teknis utamanya disediakan terhadap para pengguna melalui milis, forum berbasis web, ataupun chat. Proyek CentOS tidak berafiliasi dengan Red Hat, sehingga proyek CentOS berjalan tanpa mendapatkan bantuan apapun dari Red Hat. Untuk penggalangan dana, CentOS berbasis donasi dari para pengguna serta sponsor dari perusahaan-perusahaan yang menggunakannya.

Kekurangan :
CentOS sangat kompatibel dengan RH
Tergantung pada distro RH. Karena itu CentOS selalu keluar setelah RH
Kurangnya dokumentasi mengenai CentOS secara khusus

Kelebihan :
CentOS sangat kompatibel dengan RH
Merupakan OS freeware yang sangat handal untuk skala Enterpise
Merupakan satu-satunya OS freeware yang didukung resmi oleh CPanel
Drivers RHEL dapat dipakai oleh CentOS karena isi CentOS adalah RHEL

Kesimpulan :
Centos adalah sebuah distro yang sangat stabil dan cocok untuk keperluan server di Enterprise. Ditambah dengan penggunaan software RAID dari Linux, kita dapat membangun sebuah server Linux yang dapat melindungi data dari kerusakan harddisk menggunakan PC rakitan sendiri dan harddisk biasa. Juga dengan penggunaan LVM, kita dapat mengakomodasi keperluan space harddisk di masa yang akan datang dengan relatif mudah.

*ket: 
LVM adalah metode alokasi ruang penyimpanan pada media penyimpanan yang lebih fleksibel dari partisi konvensional. LVM merupakan satu bentuk lain dari penyimpanan virtualisasi.

Cara Install Server CentOs 6.4 klik disini