Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

Konfigurasi Gateway dan DNS pada Mikrotik Router


DNS Server Mikrotik

Menentukan Gateway dan DNS
Salah satu tugas Mikrotik yang Anda install adalah menyediakan fasilitas sehingga komputer-komputer yang ada di belakangnya dapat terhubung dengan internet. jadi sebelum komputer-komputer yang menggantung koneksi internetnya ke Mikrotik, maka Mikrotik-nya sendiri harus sudah dapat mengakses internet Untuk itu ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk melengkapi langkah-langkah konfigurasi yang telah Anda lakukan di bab sebelumnya.

Gateway (Pintu Gerbang)
Salah satu cara untuk dapat mengakses internet adalah dengan cara mengetahui pintu gerbang atau gateway untuk mengakses ke sana. Sama seperti manusia, tanpa mengetahui pintu gerbang sebuah kampung mustahil manusia tersebut sampai ke kota. Begitu juga dengan paket-paket data Mikrotik, jika Pintu Gerbang (Gateway) tidak dikenalkan tentu mustahil Mikrotik dapat mengakses internet, jika dia sendiri tidak dapat mengakses internet maka sudah tentu komputerkomputer lainnya dapat melakukan hal yang sama. Dalam Mikrotik Gateway ini disebut Routes. Biasanya yang akan menjadi rute ini adalah alamat IP yang Anda dapatkan dari Internet Service Provider (ISP). Misalkan Anda berlangganan koneksi internet leased line ke ISP A, maka Anda tentu akan menerima alamat IP minimal sebagai berikut:
IP = 10.10.1.1
Gateway = 10.10.1.254
DNS =221.222.223.4
 <script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>


<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-6113723617938894"
     data-ad-slot="9453035619"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Dari daftar di atas, terlihat IP telah Anda gunakan pada interfaces WAN di pembahasan bab sebelumnya. Dengan demikian, kita akan menggunakan alamat Gateway dari daftar di atas sebagai alamat Route Mikrotik yang saya bahas di sini. Untuk menambahkan alamat Gateway di atas menjadi Route-nya Mikrotik, lakukan langkah-langkah sebagai berikut: Login ke WinBox, kemudian pada menu WinBox klik New Terminal sehingga muncul window Terminal seperti gambar di bawah ini:



Di terminal tersebut, ketikkan perintah di bawah ini:

(apado MikroTik) > ip route add dst-address=0.0.0.0/0
gateway10.10.1.254


Maksud perintah di atas adalah Anda menambahkan alamat 10.10.1.254 menjadi gateway Mikrotik dan dapat diakses dari alamat mana saja, di sini diwakili dengan alamat 0.0.0.0/0. Alamat ini juga mewakili alamat IP internet yang kita tidak tahu ada berapa milyaran alamat IP di sana, jadi cukup diwakili dengan 0.0.0.0/0. Jika dilakukan dengan menggunakan menu WinBox GUI untuk menambahkan route di Mikrotik ini, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
• Pada tampilan window utama WinBox, klik pada menu IP >>Routes.
• Kemudian klik icon + di window yang muncul, dan lengkapi seperti pada gambar di bawah ini:



Setelah selesai klik OK.
 <script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-6113723617938894"
     data-ad-slot="9453035619"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
DNS (Domain Name Services)
Domain Name Services atau yang sering disingkat dengan DNS adalah sebuah perangkat yang bertugas menerjemahkan sebuah alamat website di internet menjadi sebuah alamat IP, hal ini perlu dilakukan karena komputer sebenarnya tidak dapat mengenali karakter-karakter yang terangkai membentuk sebuah nama alamat website selayaknya manusia, komputer hanya mengenal nomor. Untuk itu, peranan DNS ini sangat vital pada sebuah jaringan komputer yang luas seperti internet, karena DNS inilah yang bekerja mencari nomor IP dari website www.facebook.com yang Anda ketik di browser, sehingga komputer menemukannya sebuah nomor 31.13.79.7 dan menampilkan halaman Facebook di layar monitor Anda.
Peranan DNS ini sama pentingnya dengan Gateway. Jika ditamsilkan, Gateway adalah pintu gerbang untuk Anda keluar jalan-jalan. Dengan kata lain, DNS adalah Yellow Pages yang akan Anda gunakan untuk mencari nomor kontak restoran Pizza Hut, misalnya. Jadi, keduanya tidak boleh dipisahkan. Kembali lagi ke daftar yang Anda terima saat Anda berlangganan koneksi internet dari ISP, tentu dalam daftar tersebut ada DNS yang dalam contoh pada artikel ini 221.222.223.4. DNS ini sebenarnya tidak terlalu mengikat seperti Gateway. Jika Anda tidak mengetahui DNS yang diberikan oleh ISP, Anda masih dapat menggunakan DNS-DNS lain yang tersedia bebas di internet seperti: DNS punya Google dengan alamat: 8.8.4.4 dan
8.8.8.8. DNS punya OpenDNS dengan alamat: 208.67.222.222 dan 208.67.220.220. atau menggunakan DNS Nawala yang tersedia di jaringan Indonesia dengan alamat: 180.131.144.144 dan 180.131.145.145.
Menggunakan DNS yang disediakan secara cuma-cuma di internet memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah Anda dapat menikmati fasilitas-fasilitas tambahan yang diberikan oleh server DNS tersebut seperti fasilitas Web Filtering yang diberikan DNS Nawala dan OpenDNS, dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Sedangkan kekurangan menggunakan DNS gratis ini adalah: Anda akan diarahkan ke server tujuan yang secara geografis letaknya jauh dengan tempat Anda. Misalnya, Anda menggunakan DNS server punya Google, ketika Anda mengakses facebook.com, Anda akan diarahkan ke server Facebook yang ada di luar negeri. Padahal, di dalam negeri sendiri sudah ada server facebook. Dengan demikian, proses permintaan halaman Facebook menjadi lambat, walaupun sebenarnya Anda tidak menyadari hal ini karena terjadi dalam satuan waktu se per seribu detik (milisecond). Ok, sekarang kita kembali ke Mikrotik. Untuk menambah alamat DNS ke Mikrotik sehingga Mikrotik dapat mengakses internet, langkahlangkahnya adalah sebagai berikut:


Jika di terminal, maka akan terlihat seperti gambar dibawah ini :



Setelah selesai anda dapat mengecaknya dengan perintah :

>ip dns print
Maka akan tampil seperti gambar dibawah ini :


Sedangkan menambahkan alamat DNS melalui WinBox, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Login ke WinBox. Dari Menu WinBox Pilih IP >> DNS.
Kemudian lengkapi window DNS setting seperti gambar di bawah ini



Setelah selesai mendaftarkan alamat Gateway dan DNS, sekarang seharusnya Mikrotik yang Anda setting sudah bisa mengakses ke internet. Coba ping ke salah satu website yang ada di internet seperti ke www.terakur.web.id, misalnya.
(apado @MikroTik] > ping www.terakur.web.id
 <script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-6113723617938894"
     data-ad-slot="9453035619"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Jika terdapat terdapat reply, maka selamat anda sudah berhasil.

Tutorial Mengubah Password Admin Mikrotik

Mengubah Admin Password Mikrotik

Tutorial Konfigurasi Mikrotik

Pada saat selesai instalasi password admin yang digunakan untuk masuk dan melakukan konfigurasi Mikrotik adalah kosong, untuk itu demi keamanan Mikrotik yang Anda install, maka Anda wajib mengganti password admin tersebut. Bahkan untuk keamanan yang lebih optimal, lebih baik Anda men-disable user admin, dan membuat user lain lagi dengan level akses Full, sehingga user dan password Mikrotik Anda susah ditebak. Sebelum mengubah password admin tersebut, Anda harus mengetahui nomor index user admin di Mikrotik, untuk itu ketikkan perintah berikut ini untuk keperluan tersebut:

mikrotik user print


Maka hasilnya adalah seperti gambar di bawah ini:
user mikrotik


Dari gambar di atas, terlihat masih ada satu user saja, yaitu admin yang bernomor index 0, jadi untuk mengubah password admin Mikrotik tersebut perintahnya adalah sebagai berikut:

set password admin mikrotik


Di mana dalam tutorial ini saya mengubah password admin ini ke admin.

set admin mikrotik


Namun, untuk keperluan keamanan security, buatlah password yang yang kuat dan tidak mudah ditebak. Sekarang tes password tersebut dengan cara keluar dari Mikrotik Terminal dengan mengetikkan perintah:

quit terminal mikrotik


Dan login kembali ke Mikrotik Terminal dengan menggunakan admin dan hanya menekan enter untuk password seperti sebelumnya. Apa yang terjadi sekarang? Ternyata sekarang dengan menekan enter saja Anda tidak dapat masuk ke Mikrotik Terminal seperti sebelumnya. Sekarang coba ketik admin juga pada password. Tadaaa! Anda langsung berada di Mikrotik Terminal sekarang.

Konfigurasi Mikrotik - Mengubah Nama Interface & Memberi Alamat IP Address


Setelah selesai instalasi, agar Mikrotik Anda dapat beroperasi sebagaimana yang Anda maksud, maka Anda harus melakukan konfigurasi terlebih dahulu. Untuk keperluan ini Anda memerlukan perlengkapan sebagai berikut:
·         Sebuah komputer atau Laptop.
·         Web Browser.
·         Software Putty.
·         Software WinBox.

Perlengkapan tersebut diperlukan untuk melakukan settingan dan konfigurasi secara remote, kecuali Anda tahan dingin untuk mendekam di ruang server dalam jangka waktu lama. Melakukan konfigurasi pada Mikrotik dapat Anda lakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu:

·         Terminal atau Mikrotik Terminal (Command Line).
·         WinBox (Windows GUI).
·         Dan Web Console (Menggunakan Internet Browser).

Agar Anda menguasai cara konfigurasi tersebut, maka Saya akan membahas ketiga cara settingan Mikrotik tersebut untuk sebuah keperluan.

Melihat dan memberi Nama interfaces Mikrotik


Saat pertama kali mempersiapkan komputer untuk diinstall Mikrotik, Anda telah menyediakan minimal dua buah NIC (Networking Interfaces Card) sebagai interfaces. Setelah Mikrotik Routeros diinstall pada komputer tersebut, untuk memudahkan administrasi lebih lanjut, Anda dapat memberi nama pada interfaces tersebut, misalnya WAN untuk interfaces yang mengarah ke ISP (internet) dan LAN untuk interfaces yang mengarah ke jaringan lokal.

Sebelum kita dapat memberi nama pada interfaces tersebut, Anda harus mengetahui dulu nomor index yang digunakan oleh interfaces itu, untuk melihat dan mengetahui nomor index interfaces di Mikrotik terminal dapat Anda ketik perintah: >interface print

interface print 1


Maka kamu akan melihat daftar interface yang tersedia pada komputermu seperti gambar dibawah ini :

daftar interface 2


Dari gambar di atas, yang perlu Anda perhatikan dan pahami adalah sebagai berikut:

·         # = ini adalah field yang menunjukkan nomor index interface yang ada pada komputer yang menjalankan Mikrotik, nomor ini akan sering digunakan untuk perubahan-perubahan terhadap interfaces nantinya.
·         Flags = field ini menunjukkan informasi, bahwa interfaces sedang digunakan atau tidak. Jika interface sedang digunakan (terhubung dengan kabel), akan muncul huruf R, jika tidak akan kosong.
·         NAME = adalah nama default dari interfaces yang diberikan secara otomatis oleh Mikrotik. Ini yang ingin kita ganti dalam bahasan kita sekarang.
·         TYPE = adalah tipe dari interfaces yang dimiliki computer
·         MTU = Maximum Transmision Unit adalah jumlah paket maksimal yang dapat ditangani oleh interfaces tersebut.

Sedangkan yang dua lagi untuk sementara kita abaikan saja, karena pembahasan dalam artikel ini belum membahas ke sana.

Setelah kita mengetahui nomor index interfaces, sekarang kita dapat memberi nama interfaces tersebut sesuai dengan yang sudah kita sepakati bersama di atas, yaitu WAN dan LAN.

Kita ingin interfaces pertama (bernomor index 0) digunakan untuk koneksi ke ISP dan kita namakan WAN. Maka perintah yang digunakan untuk mengubah namanya dari Ether1 ke WAN adalah:
Set Interface WAN 3

Setalah ini jalankan lagi perintah untuk melihat interface, maka pastikan tampilannya seperti gambar di bawah ini:

Tampilan Interface4


Kemudian lakukam hal yang sama untuk interfaces yang satunya lagi ki ubah Namanya menjadi LAN dengan perintah yang sama yaitu:

set interface LAN 5


Memberikan alamat IP di MikroTik

Perubahan nama interfaces yang telah Anda lakukan sebelumnya tidak membuat komputer Mikrotik dapat diakses dari komputer lain, baik menggunakan WinBox maupun Web Console. Tapi ada pengecualian, jika Anda mengetahui alamat hardware NIC (MAC Address) yang digunakan Anda dapat mengaksesnya dengan WinBox.

Agar komputer Mikrotik dapat diakses dari tempat lain dengan menggunakan sah, WinBox, maupun Web Console, maka Anda harus memberikan alamat IP untuk interfaces yang sudah Anda beri nama sebelumnya.

Perintah yang dipakai untuk memberi atau mengubah alamat IP sebuah interfaces di Mikrotik adalah sebagai berikut:
Set IP Mikrotik 6


Perintah di atas semestinya diberikan dalam satu baris, tetapi karena lebar yang tak mencukupi, maka Anda dapat membuat baris baru dengan menambahkan tanda (backslash).

Set IP Mikrotik 6


Perintah yang Anda ketikkan di atas adalah memberikan alamat IP 192.168.56.2 dengan subnet 255.255.255.0 (24) ke interfaces LAN. DI mana interfaces ini nanti akan mengarah ke jaringan lokal Anda.
Saya tidak akan menjelaskan lagi konsep subnetting, Anda dapat membaca bagaimana cara membuat subnetting diartikel yang membahas masalah TCP/IP.

Lakukan hal yang sama untuk interfaces WAN. Namun, harus Anda perhatikan, untuk alamat IP interfaces WAN Anda tidak bisa menggunakan sembarang alamat IP, tetapi Anda harus menggunakan alamat IP yang diberikan oleh penyedia koneksi internet (ISP) tempat Anda berlangganan. Misalnya 10.10.1.1/29, sehingga saat kita melihat semua konfigurasi yang sudah ada buat adalah seperti gambar di bawah ini:



Setelah Anda selesai memberikan alamat IP pada masing-masing interfaces, sekarang Anda sudah bisa mengakses komputer Mikrotik dari komputer lain (remote) dengan menggunakan SSH, WinBox, maupun Web Console.

Tutorial Instalasi dan Konfigurasi Mikrotik - Pemula


Tutorial Instalasi dan Konfigurasi Mikrotik


Software Mikrotik didistribusikan dalam beberapa bentuk, yaitu berbentuk perangkat atau device yang dinamakan RouterBoard, Berbentuk DOM (Disk On Module), yaitu sejenis SSD yang sudah dipasang Mikrotik Routeros, dan yang terakhir berbentuk file ISO yang dapat di-burn ke CD untuk diinstall di harddisk biasa.

Gambar DOM Mikrotik
Gambar DOM Mikrotik

Untuk menginstall Mikrotik, terlebih dahulu Anda harus mempersiapkan komputer yang kompatibel atau didukung oleh Mikrotik RouterOS Untuk itu hampir semua komputer saat ini sudah didukung oleh Mikrotik RouterOS. Namun, harap diperhatikan, ada harddisk tertentu yang tidak dikenal oleh Mikrotik Routeros, yaitu harddisk yang bertipe SCSI, dan harddisk yang dikonfigurasi dengan bentuk RAID. Selain itu Anda juga minimal membutuhkan 2 (dua) buah ethernet Card, yaitu untuk ke WAN dan ke LAN.

Jika Anda sudah mempersiapkan semua perangkat PC yang sesuai, sekarang Anda dapat mendownload ISO Mikrotik RouterOS di http:// www.mikrotik.co.id.

Kemudian burn ISO tersebut ke CD-R, dan kemudian gunakan hasil burning tersebut untuk instalasi Mikrotik di PC Anda.

Langkah-langkah Instalasi
Untuk melakukan instalasi Mikrotik di komputer yang telah dipersiapkan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
·         Ubah settingan BIOS di komputer agar melakukan Booting dari Media CD.
·         Kemudian masukkan CD-R yang telah di-burn Mikrotik Routeros tadi, dan hidupkan komputer.
·         Pertama sekali Booting setelah proses pengecekan oleh BIOS, Anda akan melihat tampilan instalasi Mikrotik sebagai berikut.
 
Tampilan Instalasi Mikrotik
Tampilan Awal Instalasi Mikrotik RouterOS

·         Pada tampilan awal ini Anda harus memilih fitur apa saja yang ingin Anda gunakan pada Mikrotik. Secara default yang terpilih hanya item "system", di mana ini merupakan fitur dasar, di mana hal ini sama dengan Anda menekan tombol "m". Untuk memilih semua fitur yang disediakan oleh Mikrotik, Anda dapat menekan tombol "a". Setelah menekan tombol "a" tersebut, tampilannya akan sama dengan gambar di atas.
• Jika dalam harddisk komputer yang Anda gunakan sudah terinstall Mikrotik sebelumnya, maka Anda dapat menyimpan konfigurasi yang telah dibuat pada Mikrotik tersebut dengan mengetikkan "y". Namun, jika Anda baru pertama kali menggunakan Mikrotik, maka Anda dapat mengetikkan "n". • Setelah itu, Anda akan melihat peringatan, bahwa dengan
menginstall Mikrotik, maka semua data di harddisk akan dihapus. Jika Anda sudah yakin untuk menginstall Mikrotik, tekan saja "Y"

Peringatan penghapusan semua data di harddisk


·         Setelah Anda mengetikkan "Y", proses instalasi akan berlangsung seperti yang tampak pada gambar di bawah ini:

Proses instalasi Mikrotik sedang berlangsung

·         Setelah menunggu beberapa saat (biasanya instalasi Mikrotik sebentar saja), maka Anda akan diminta untuk menekan tombol enter, karena proses instalasi Mikrotik sudah selesai.

Instalasi selesai

·         Setelah semua selesai, dan komputer Anda sudah direstart, saatnya Anda login ke terminal Mikrotik untuk pertama kalinya. Pada saat komputer rebooting jangan lupa mencabut kembali CD-R yang ada di CD-ROM, agar proses instalasi tidak berulang.

Tampilan layar login Mikrotik


Anda dapat login ke Mikrotik terminal dengan memasukkan nama Login Admin, sedangkan untuk password buat sementara masih kosong, Anda cukup tekan enter. Tampilan Terminal Mikrotik setelah Anda login adalah seperti gambar berikut:



Mengenal Mikrotik - Perbedaan Lisensi Mikrotik Tiap Level

Apa itu Mikrotik ? 

Mikrotik Server

Mikrotik adalah sebuah merek dari sebuah perangkat jaringan, pada awalnya Mikrotik hanyalah sebuah perangkat lunak atau software yang di-install dalam komputer yang digunakan untuk mengontrol jaringan, tetapi dalam perkembangannya saat ini telah menjadi sebuah device atau perangkat jaringan yang andal dan harga yang terjangkau, serta banyak digunakan pada level perusahaan penyedia jasa internet (ISP). Sejarah Mikrotik pada awalnya dimulai saat dua orang ahli jaringan, yaitu John Trully dan Arnis Riekstins berhasil membuat routing jaringan ke jaringan yang lebih luas, sehingga hal ini menjadi visi Mikrotik sampai saat ini, yaitu “Routing the World".

John Trully berkebangsaan Amerika, tetapi bermigrasi ke Latvia, sebuah negara yang menjadi tetangga Rusia. Bersama dengan Arnis Riekstins, asli Latvia, mereka bekerja sama untuk membuat sebuah perangkat yang benar-benar dapat diandalkan untuk pekerjaan routing jaringan.

Mikrotik untuk Pemula - Dimulai dengan membuat Mikrotik yang berbasiskan kernel Linux, mereka berdua membangun sebuah ISP berkecepatan 2Mbps dan bernama Aeronet, di Moldova, sebuah negara tetangga Latvia. Baru setelah itu mereka melayani 5 pelanggan pertamanya di Latvia.

Dari sinilah sistem operasi Mikrotik dikembangkan, di mana pada awal visi mereka ingin membuat sebuah router yang andal, dan dapat diinstall dengan mudah pada komputer biasa dan memiliki fitur dan fasilitas yang cukup lengkap.

Fitur-fitur yang tersedia pada Mikrotik di antaranya adalah sebagai berikut:
• Firewall dan NAT.
Routing - Static Routing. Hotspot. Point-to-point tunneling protocols (PPTP). Simple tunnels.
• IPSec.
Web proxy. Chaching DNS client. DHCP.Universal Client. VRRP. UPnP. NTP.
Monitoring/ Accounting.
• SNP
• M3P.
• MNDP.
• Dan Tools jaringan lainnya. Namun, dari fitur-fitur tersebut tidak semuanya dapat penulis bahas pada buku level 1 (satu) ini. Karena akan sangat tebal.


Walaupun Mikrotik dibuat berdasarkan kernel Linux yang open sources,tetapi Mikrotik bulanan program yang gratis. Anda harus membeli lisensinya jika akan menggunakan Mikrotik di komputer biasa, lisensi Mikrotik ini sifatnya adalah melekat pada harddisk, jadi Anda bebas memasang di komputer mana saya harddisk yang sudah terinstall Mikrotik tersebut. Namun, jika harddisk tersebut rusak, lisensi yang Anda punya akan hangus dan Anda diharuskan membeli lisensi yang baru lagi.

Lisensi Mikrotik

Lisensi Mikrotik

Lisensi pada Mikrotik adalah menggunakan Level, dengan Level ini Anda dapat membeli Lisensi pada Level yang sesuai dengan yang Anda butuhkan. Dan Level ini dengan mudah dapat Anda naikkan tingkatnya pada saat Anda membutuhkan fitur yang lebih tinggi lagi dengan Level yang Anda miliki saat ini.
Tingkatan Level pada lisensi Mikrotik adalah sebagai berikut:

Level 0 (gratis) Pada level ini Anda tidak memerlukan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur ini hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.

Level 1 (Demo)Pada level ini Anda dapat menggunakan Mikrotik secara penuh, semua fungsi yang disediakan oleh Mikrotik dapat Anda gunakan. Namun, waktu penggunaan Mikrotik dalam level ini dibatasi sampai 24 (dua puluh empat) jam saja, setelah ini fitur-fitur yang aktif sebelumnya akan dikunci secara otomatis.

Level 3Lisensi level ini sudah mencakup lisensi level 1 (satu), dan dilengkapi dengan kemampuan untuk mengatur semua perangkat keras yang berbasiskan alamat protokol internet (IP Address), baik itu ethernet Cad, maupun hotspot nirkabel yang bertipe client.

Level 4 Lisensi level 4 ini isinya adalah cakupan lisensi level 1 dan 3, serta ditambah fitur untuk mengelola jaringan nirkabel tipe akses poin.

Level 5 Lisensi level 5 isinya adalah cakupan lisensi level 1, 3, dan 4, serta ditambah fitur untuk mengelola hotspot nirkabel lebih banyak.

Level 6 Ini adalah level lisensi yang tertinggi di Mikrotik, pada lisensi level 6 ini Anda akan diberikan fitur-fitur yang ada pada semua level lisensi Mikrotik sebelumnya, serta ditambah tanpa ada limitasi apa pun.


Pengertian Router Bridge dan Firewall - Penjelasan Lengkap

Router adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur rute sinyal atau data yang ada di jaringan komputer sehingga dapat diarahkan menuju ke rute tertentu yang telah diatur sebelumnya dan menghasilkan suatu hubungan antar jaringan komputer itu sendiri.

gambar router cisco
router cisco
Cloud Core Mikrotik Router
Cloud Core Mikrotik Router


Seperti Anda telah ketahui, internet terbentuk dari jaringan-jaringan komputer di dunia ini yang jumlahnya miliaran. Dari setiap jaringan jaringan komputer dapat terhubung antara satu dan lainnya dengan berkat adanya perangkat router ini, sehingga Anda saat ini dapat mengakses dan buka Facebook, Twitter, mencari informasi dengan Google, dan lain sebagainya. Dengan demikian, Router ini adalah salah satu tulang punggung terbentuknya jaringan internet saat ini.

Salah satu bentuk router sederhana adalah modem Speedy yang digunakan untuk mengakses internet di rumah, di mana dari satu modem tersebut lebih dari satu komputer, laptop, atau perangkat gadget lainnya dapat mengakses internet. Disebut sederhana karena fitur yang dibenamkan dalam modem Speedy tersebut masih merupakan fungsi dasar, yaitu fitur untuk menyelubungkan (masking) alamat protokol internet (IP) lokal dengan alamat protokol Internet (IP) global atau publik, sehingga oleh jaringan komputer publik (internet) dapat berkomunikasi dua arah dengan jaringan lokal yang ada di belakang modem Speedy ini.
Modem Speedy TPLINK


Secara umum router dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu: 
• Static Router (Penghala Statis)
• Dan Dinamic Router (Penghala Dinamik)

Static Router (Penghala Statis) merupakan sebuah perangkat router yang memiliki tabel routing statis yang diatur oleh administrator jaringan (Network Administrator) secara manual. Router jenis ini tidak dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena setiap pemindahannya membutuhkan penyesuaian settingan tabel routing kembali.

Sedangkan Dinamic Router (Penghala Dinamik) adalah sebuah perangkat router yang memiliki dan dan membuat tabel routing secara dinamis, di mana pada Router jenis ini terdapat sensor untuk menyesuaikan tabel routing dengan cara mendengarkan lalu lintas data di jaringan dan berhubungan dengan perangkat router lainnya. Pada Router jenis ini campur tangan administrator jaringan (Network Administrator) tidak seintensif seperti pada jenis Router Static.

Perbedaan Router dengan Bridge 

Untuk menghubungkan sebuah jaringan komputer satu dengan jaringan komputer lainnya sebenarnya ada sebuah alat lain selain Router, alat tersebut disebut dengan Bridge.
Jika dilihat cara kerja Router ini memang sekilas mirip dengan cara kerja Bridge, tetapi jika melihat secara teknis akan terlihat perbedaan yang sangat mendasar antara Router dan Bridge. Di mana router bekerja pada lapisan ke 3 (tiga) Osi dan menggunakan skema pengalamatan berdasarkan alamat protokol internet (IP), sedangkan Bridge bekerja pada lapisan ke 2 (dua) Osi dan menggunakan skema pengalamatan berdasarkan alamat identitas perangkat keras (MAC Address).

Jika demikian, Anda mungkin akan bertanya, kapan sebaiknya Anda menggunakan Bridge, dan kapan sebaiknya Anda menggunakan Router? Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut:
Bridge ilustration

Bridge sebaiknya digunakan untuk menghubungkan bagian-bagian atau segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol yang sama. Bridge juga dapat digunakan pada saat dalam jaringan terdapat protokol protokol yang tidak dapat melakukan routing seperti protokol NetBEUI misalnya.

Router Flow

Sedangkan Router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer yang memiliki segmen-segmen yang berbeda. Secara umum, Router lebih cerdas dibandingkan dengan Bridge, dan Router juga dapat meningkatkan bandwidth dalam jaringan di mana tempat Router tersebut berada, mengingat Router tidak meneruskan paket Broadcast ke jaringan yang dituju.

Firewall (Tembok Api)

Firewall Image

Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang bertugas untuk mengatur lalu lintas jaringan komputer yang dianggap aman untuk melewatinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman untuk melewatinya.

Umumnya firewall diletakkan di dalam sebuah gateway atau router yang menjembatani sebuah jaringan dengan jaringan lainnya. Firewall digunakan untuk mengontrol hak akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan internal dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini penggunaan koneksi internet yang sudah broadband, maupun lease line, yang langsung berinteraksi langsung ke jaringan internet, maka firewall ini mutlak diperlukan untuk memproteksi data-data digital anda dari penjahat jaringan (Cracker), Spyware, dan pencuri data lainnya.

Secara umum Firewall ini dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu: 

Personal Firewall Dan Network Firewall , Personal Firewall adalah sebuah program yang digunakan untuk melindungi personal komputer di jaringan dari akses yang tidak diinginkan.  Firewall jenis ini biasanya sudah terbundel ke dalam program anti virus komersial yang Anda gunakan, hampir semua Anti Virus yang berbayar sudah mengikut sertakan fungsi Firewall ke dalamnya.

Sedangkan Network Firewall adalah sebuah program atau alat yang digunakan untuk melindungi sebuah jaringan komputer lokal dari akses yang tidak diinginkan. Network Firewall ini bentuknya dapat berupa perangkat lunak (software) atau pun perangkat keras (hardware). Dan Mikrotik yang penulis bahas dalam buku ini adalah termasuk Network Router yang berbentuk perangkat lunak dengan OS Mikrotik dan perangkat keras dengan device yang bermerek RouterBoard.

Sekian penjelasan singkat menganenai Router Bridge dan Firewall, silahkan berkomentar jika dirasa bermanfaat.